DESAIN DAN PEMASANGAN BESI BETON PADA KONSTRUKSI TANGGA BETON

Pemasangan Besi Beton Pernahkah Anda menaiki atau menuruni tangga beton yang kokoh di sebuah gedung, dan merasakan keamanan di setiap pijakannya? Di balik permukaan yang mulus dan solid itu, terdapat jaringan tulangan besi beton yang dirancang dengan cermat, memberikan kekuatan esensial agar tangga mampu menahan beban langkah kaki, furnitur yang diangkut, bahkan beban gempa. Tangga beton, meskipun terlihat sederhana, sesungguhnya adalah elemen struktural yang kompleks, dan perancangan serta pemasangan tulangannya adalah kunci utama untuk keselamatan dan fungsionalitasnya.

Setiap langkah di tangga beton adalah hasil dari kerja struktural yang tak terlihat. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana tangga bisa tetap kuat bertahun-tahun, meski dilewati ratusan bahkan ribuan langkah setiap hari? Rahasianya terletak pada besi beton yang dirancang khusus untuk menahan gaya tarik dan lentur pada seluruh bagian tangga.

BACA JUGA: APLIKASI BESI BETON DALAM PONDASI: PONDASI KOKOH UNTUK BANGUNAN IMPIAN ANDA

Elemen Penting dalam Transisi Vertikal

Tangga beton berfungsi sebagai jalur penghubung vertikal antar lantai dalam sebuah bangunan. Tidak hanya sebagai jalur akses, tangga juga seringkali menjadi bagian integral dari desain arsitektur. Dalam konteks struktural, tangga beton bertindak sebagai pelat miring atau balok miring, yang harus mampu menahan:

  1. Beban Mati (Dead Load): Berat sendiri beton, tulangan, dan material finishing tangga.
  2. Beban Hidup (Live Load): Berat orang, barang, atau furnitur yang menggunakan tangga.
  3. Beban Lateral: Gaya gempa bumi yang bisa menyebabkan pergerakan horizontal pada tangga.

Sama seperti elemen beton lainnya, beton sangat kuat dalam menahan gaya tekan, tetapi lemah dalam menahan gaya tarik. Mengingat tangga selalu mengalami momen lentur (karena beban yang bekerja cenderung membengkokkannya), maka tulangan besi beton menjadi sangat penting untuk menahan gaya tarik yang timbul.

Desain dan Pemasangan Besi Beton pada Tangga

1. Prinsip Kerja Struktural Tangga

Tangga bekerja sebagai pelat miring atau balok miring yang menahan gaya lentur dan geser. Beban dari langkah kaki disalurkan melalui pelat tangga ke dinding atau balok tumpuan.

2. Jenis Penulangan Besi Beton pada Tangga

a. Tulangan Utama (Longitudinal)

  • Dipasang di bagian bawah pelat tangga (zona tarik karena lentur).
  • Mengikuti arah anak tangga secara miring.
  • Biasanya menggunakan besi ulir Ø10 – Ø16 mm, tergantung panjang bentang dan beban.

b. Tulangan Susut/Distribusi (Transversal)

  • Dipasang tegak lurus tulangan utama, berada di bagian atas pelat.
  • Berfungsi mencegah retak susut dan membagikan beban.
  • Diameter lebih kecil, umumnya Ø8 – Ø10 mm.

c. Tulangan Bordes

  • Bordes bekerja seperti pelat lantai datar atau pelat kantilever.
  • Tulangan bordes diletakkan di bawah (jika tumpuan di kedua sisi) atau di atas (jika menjorok/overhang).

d. Tulangan Tekuk (Bent Bars)

  • Untuk mengikuti bentuk tangga miring, tulangan harus dibengkokkan sesuai sudut kemiringan tangga.
  • Penyambungan tulangan dilakukan dengan overlapping minimal 40 x diameter batang.

3. Pola dan Spasi Tulangan

  • Spasi tulangan utama: 100 mm – 150 mm
  • Spasi tulangan transversal: 150 mm – 200 mm
  • Penutup beton (cover): 25 mm – 30 mm untuk struktur interior

4. Tipe-Tipe Sistem Tumpuan Tangga

Desain tulangan sangat bergantung pada sistem tumpuan tangga:

a. Tangga Ditumpu di Dua Ujung (Simply Supported)

  • Tulangan utama lebih banyak di tengah bentang (bawah tangga).

b. Tangga Kantilever

  • Tulangan utama di bagian atas dekat tumpuan.
  • Cocok untuk tangga model menjorok dari dinding.

c. Tangga Bertumpu pada Dinding (Wall Supported)

  • Tulangan utama diteruskan ke dalam dinding.
  • Memerlukan anchoring yang baik agar distribusi beban optimal.

BACA JUGA: MASA DEPAN BESI BETON: TREN RISET DAN INOVASI TEKNOLOGI YANG SIAP MENGUBAH DUNIA KONSTRUKSI

5. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Pastikan tulangan dibersihkan dari karat dan minyak sebelum pengecoran.
  • Gunakan spacer (jarak tulangan) agar penutup beton merata.
  • Jangan lupa tulangan pengikat antar anak tangga untuk mencegah retak pada pertemuan tread dan riser.
  • Ikuti panduan desain dari SNI 2847 (Struktur Beton) atau standar setara (ACI, BS).

Desain dan pemasangan besi beton pada konstruksi tangga bukanlah sekadar penempatan batang besi secara sembarangan. Dibutuhkan perencanaan matang, pengetahuan teknis, serta pemahaman beban dan sistem tumpuan agar tangga mampu menahan gaya-gaya kerja sepanjang umur bangunan.

Tulangan utama, distribusi, dan detail bordes harus disesuaikan dengan jenis tangga dan beban yang bekerja. Dengan desain penulangan yang benar, tangga beton tak hanya menjadi fungsional, tetapi juga kuat dan tahan lama untuk setiap langkah yang melaluinya.

Sukses Indo Perkasa Abadi – Jual Besi Beton Surabaya

Sukses Indo Perkasa Abadi merupakan Distributor surabaya serta berbagai macam produk lainnya dengan kualitas terbaik. Perusahaan kami siap melayani penjualan besi dan baja ke seluruh wilayah Surabaya dan wilayah Jawa Timur. Tidak hanya itu, kami juga melayani penjualan dan pengiriman besi ke seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA atau telepon Admin suksesindoperkasa.com. kamu akan mendapatkan layanan konsultasi gratis terkait pemilihan produk kawat yang sesuai dengan kebutuhan. Dapatkan harga terbaik untuk pemesanan berbagai jenis besi eceran maupun grosir!