Markah Besi Beton Dalam dunia konstruksi, keselamatan dan kekuatan struktur bukan hanya bergantung pada desain atau kualitas pengerjaan, tetapi juga pada keandalan material yang digunakan. Salah satu material paling krusial adalah besi beton, atau baja tulangan, yang menopang beban dalam struktur beton bertulang. Namun, tahukah Anda bahwa setiap batang besi beton memiliki penandaan khusus yang menyimpan informasi penting?
Di tengah hiruk pikuk proyek konstruksi, detail kecil seperti markah pada besi beton seringkali terlewatkan. Padahal, jejak ini adalah “sidik jari” yang ditinggalkan oleh produsen, memberikan jaminan dan informasi krusial. Memahami arti di balik simbol-simbol tersebut memungkinkan kita untuk memverifikasi bahwa material yang akan menjadi tulang punggung bangunan kita telah memenuhi standar dan spesifikasi yang disyaratkan.
BACA JUGA: APLIKASI BESI BETON DALAM PONDASI: PONDASI KOKOH UNTUK BANGUNAN IMPIAN ANDA
Markah (penandaan) pada besi beton adalah serangkaian kode berupa huruf, angka, atau simbol yang dicetak secara permanen (biasanya dengan metode rol panas atau hot rolling) pada permukaan setiap batang baja tulangan. Tujuan utama dari sistem penandaan ini adalah untuk memberikan identifikasi yang jelas dan ringkas mengenai:
- Asal usul produksi (pabrik pembuat).
- Ukuran atau diameter nominal batang.
- Jenis baja yang digunakan (misalnya, baja karbon, baja paduan rendah, polos, atau ulir).
- Mutu atau kelas kekuatan baja tersebut (terutama kekuatan lelehnya).
- Kesesuaian dengan standar tertentu (baik nasional seperti SNI, maupun internasional seperti ASTM).
Keberadaan markah ini sangat penting untuk keterlacakan (traceability), kontrol kualitas, dan memastikan bahwa hanya material yang memenuhi syarat yang digunakan dalam konstruksi.
Memecahkan Kode – Informasi Vital dalam Markah Besi Beton
Meskipun sistem penandaan bisa sedikit bervariasi antar standar (misalnya, SNI di Indonesia, ASTM di Amerika, dll.), informasi inti yang disampaikan umumnya serupa. Berikut adalah cara membaca dan informasi vital yang terkandung:
- Identitas Pabrik Pembuat (Mill Identification Mark):
- Apa itu: Simbol, huruf, atau logo unik yang menunjukkan pabrik atau perusahaan pembuat besi beton tersebut.
- Cara membaca: Biasanya terletak di awal urutan markah. Setiap pabrik memiliki kode identifikasi sendiri yang terdaftar.
- Informasi Vital: Menjamin asal-usul produk. Jika ada keraguan kualitas atau kebutuhan verifikasi sertifikat, identitas pabrik menjadi acuan pertama.
- Ukuran Nominal Batang (Bar Size Designation):
- Apa itu: Angka yang menunjukkan diameter nominal dari batang besi beton.
- Cara membaca:
- Dalam sistem SNI (Standar Nasional Indonesia), angka ini langsung menunjukkan diameter dalam milimeter (mm). Contoh: 10 berarti diameter 10 mm, 13 untuk 13 mm, 16 untuk 16 mm.
- Dalam sistem ASTM (American Society for Testing and Materials), ukuran batang sering ditandai dengan angka yang mewakili kelipatan 1/8 inci. Contoh: #3 (3/8 inci), #4 (4/8 inci atau 1/2 inci), #5 (5/8 inci).
- Informasi Vital: Sangat krusial untuk memastikan bahwa ukuran tulangan yang dipasang sesuai dengan gambar dan perhitungan desain struktur.
- Jenis Baja (Type of Steel Symbol):
- Apa itu: Simbol huruf yang mengindikasikan jenis baja yang digunakan.
- Cara membaca:
- SNI: Seringkali terkait dengan bentuk permukaan dan sifatnya, misalnya P untuk Polos (dalam kode produk seperti BJTP – Baja Tulangan Beton Polos) atau S untuk Ulir/Sirip (dalam kode produk seperti BJTS – Baja Tulangan Beton Sirip). Markah pada batang ulir SNI biasanya langsung menyertakan simbol ‘S’ atau identifikasi jenis ulir dalam rangkaiannya.
- ASTM: Umumnya menggunakan S untuk baja karbon (memenuhi ASTM A615) atau W untuk baja paduan rendah yang dapat dilas (memenuhi ASTM A706). Untuk baja tahan karat (ASTM A955), simbolnya bisa A.
- Informasi Vital: Membedakan karakteristik baja, seperti kemampuan las, daktilitas, dan interaksi lekatan dengan beton (ulir vs. polos).
- Mutu atau Kelas Kekuatan (Grade Designation or Minimum Yield Strength):
- Apa itu: Menunjukkan kekuatan leleh minimum baja tulangan, yang merupakan parameter penting dalam desain.
- Cara membaca:
- SNI: Kekuatan leleh biasanya dinyatakan dalam Megapascal (MPa). Contoh: 280 (untuk BJTP 280, artinya kekuatan leleh minimal 280 MPa), atau 420B (untuk BJTS 420B, artinya kekuatan leleh minimal 420 MPa, dengan huruf ‘B’ menunjukkan kategori daktilitas tertentu).
- ASTM: Kekuatan leleh dinyatakan dalam ksi (kilopound per square inch). Contoh: 60 (untuk 60 ksi, setara sekitar 420 MPa) atau 75 (untuk 75 ksi). Grade juga bisa ditunjukkan dengan garis-garis vertikal; satu garis biasanya untuk Grade 60, dua garis untuk Grade 75.
- Informasi Vital: Ini adalah data paling kritis untuk perhitungan kekuatan struktur. Penggunaan mutu yang salah dapat berakibat fatal.
Contoh Umum Cara Membaca (Perhatikan Urutan):
Markah biasanya dibaca berurutan dari satu sisi batang.
- Contoh Markah Sesuai Pola Umum SNI (misalnya untuk BJTS 420B diameter 13 mm): [Logo/Kode Pabrik] – 13 – S – 420B
- [Logo/Kode Pabrik]: Identitas produsen (misalnya, “KS” untuk Krakatau Steel, atau logo spesifik lainnya).
- 13: Diameter nominal 13 mm.
- S: Menandakan jenis ulir/sirip (umumnya tersirat dalam konteks BJTS dan bentuk fisiknya).
- 420B: Mutu baja dengan kekuatan leleh minimum 420 MPa dan memenuhi persyaratan daktilitas “B”.
- Contoh Markah Sesuai Pola Umum ASTM (misalnya untuk baja karbon grade 60, ukuran #4): [Simbol Pabrik] – 4 – S – 60 (atau garis sebagai pengganti angka 60)
- [Simbol Pabrik]: Simbol unik pabrik.
- 4: Ukuran batang #4 (diameter 4/8 inci atau 1/2 inci).
- S: Baja karbon (memenuhi ASTM A615).
- 60 atau satu garis vertikal: Kekuatan leleh minimum 60 ksi.
Pentingnya Memahami Markah Besi Beton:
- Verifikasi Kesesuaian: Memastikan material yang diterima di lokasi proyek sesuai dengan spesifikasi yang dipesan dan yang dibutuhkan dalam gambar desain.
- Jaminan Kualitas: Markah adalah indikasi awal bahwa produk telah melalui sistem produksi yang terstandarisasi.
- Keterlacakan (Traceability): Jika terjadi masalah atau diperlukan pengujian ulang, markah membantu melacak produk kembali ke pabrik pembuat dan batch produksinya.
- Pencegahan Kesalahan Fatal: Menggunakan baja dengan mutu atau ukuran yang salah bisa menyebabkan kegagalan struktur. Membaca markah membantu mencegah hal ini.
- Dasar Inspeksi: Bagi pengawas dan tim quality control, markah adalah langkah pertama dalam proses inspeksi visual dan penerimaan material.
BACA JUGA: MASA DEPAN BESI BETON: TREN RISET DAN INOVASI TEKNOLOGI YANG SIAP MENGUBAH DUNIA KONSTRUKSI
Markah pada besi beton adalah sumber informasi vital yang harus dipahami oleh siapa pun yang terlibat dalam proyek konstruksi — mulai dari kontraktor, pengawas lapangan, hingga insinyur struktural. Penandaan ini memuat data tentang asal pabrik, ukuran, mutu material, dan standar teknis yang dijadikan acuan produksi.
Dengan memahami dan memeriksa markah secara cermat, kita dapat memastikan bahwa besi beton yang digunakan tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga sah secara teknis dan legal. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar terhadap keselamatan struktur dan integritas proyek secara keseluruhan.
Sukses Indo Perkasa Abadi – Distributor Besi Beton Surabaya
Sukses Indo Perkasa Abadi merupakan distributor atau supplier besi turap serta berbagai macam produk besi lainnya dengan kualitas terbaik. Perusahaan kami siap melayani penjualan besi dan baja ke seluruh wilayah Jawa Timur, seperti Kota Ponorogo, Surabaya, Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Banyuwangi, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Malang, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Batu, Blitar, dan wilayah lainnya di Provinsi Jawa Timur.
Tidak hanya itu, kami juga melayani penjualan dan pengiriman besi ke seluruh wilayah Indonesia. Anda cukup menghubungi admin kami untuk dapat berkonsultasi dan melakukan pemesanan berbagai produk besi. Tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk keluar rumah dan
